The True Love
“Sejarah selalu mengajarimu dan mendidikmu”
Mempelajari sejarah memang sangat berarti, sejarah memberikan banyak manfaat untuk hidup kita. Bagaikan daun yang berguguran, selalu memberikan kebermanfaatan untuk Tanah yang dihinggapinya. Begitupun sejarah, walaupun sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, tetapi akan memberikan kebermanfaatan untuk orang-orang yang mempelajarinya. Kali ini, sepenggal sejarah yang menarik adalah kisah nabi Ibrahim dan Siti Hajar yang membuktikan pada dunia akan arti Cinta yang sesungguhnya.
Kala itu Ibrahim membawa Hajar dan Ismail kesuatu tempat yang tandus dan tiada kehidupan disana. Tempat itu jauh dari perkampungan, kelak tempat itu akan menjadi tempat yang bersejarah untuk umat Islam. Ibrahim hanya meninggalakan sekantung perbekalan dan sekantung air. Hajar yang melihat Ibrahim pergi meninggalkan nya, bertanya
“Ibrahim akan kemana engkau? Tegakkah engkau meninggalkan kami?” tetapi Ibrahim tidak menghentikan langkahnya. Hajar terus mengikuti Ibrahim
“Ibrahim akan kemana engkau? Tegakkah engkau meninggalkan kami?” tanya hajar kembali pada Ibrahim, tetapi lagi-lagi Ibrahim tidak menghentikan langkahnya. Hajar terus mengikuti Ibrahim dan mengulang pertanyaannya, akan tetapi Ibrahim berusaha mengabaikan pertanyaan Hajar dan terus berjalan meninggalkan Hajar dan Ismail kecil.
“apakah ini perintah Allah?” tanya Hajar pada Ibrahim. Ibrahim yang mendengar pertanyaan terakhir Hajar seketika menghentikan langkahnya. Dia menoleh pada Hajar dan bekata
“Ya..”
“Jika Allah yang memerintahkan hal ini, saya yakin Allah tidak akan meninggalkan saya” jawab Hajar dengan yakin, Ibrahimpun terus melanjutkan langkahnya dan menjauh dari padangan Hajar serta Ismail Kecil.
Terik matahari saat itu benar-benar menyengat. Air susu Hajarpun mengering, Ismail kecil terus menangis karena dahaga. Selayaknya seorang ibu, Hajar berlari keatas bukit Shafa berharap ada orang yang dapat dimintainya bantuan. Tetapi tidak ada seorangpun disana, kemudian Hajar berlari kembali ke bukit marwah, melihat apakah ada orang yang dapat dimintainya batuan. Tetapi, lagi-lagi tidak ada seorangpun yang dapat dimintainya bantuan. Hajar tidak menyerah, karena rasa sayangnya pada Ismail dan keyakinan pada Allah yang sangat mendalam. Hajarpun kembali berlari mencari air diantara bukit shafa dan marwah. Tiba-tiba datanglah pertolongan Allah kepada mereka melalui malaikat Jibril, dan munuculah air diantara mereka. Air inilah yang akhirnya menjadi air zamzam yang kita kenal saat ini.
Sepenggal sejarah yang tertulis dengan tinta emas ini banyak mengajari kita akan sebuah keyakinan dan pembuktian Cinta yang sesungguhnya. Kayakinan Hajar bahwa Allah tidak akan meninggalakan hamba-hambaNya, dan selalu memberikan kemudahan atas masalah yang dihadapi setiap HambaNya. Rasulullah mengabadikan keyakinan Hajar pada Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu itu dalam ibadah haji, yaitu dilakukannya sa'i antara bukit shafa dan marwah. Sepenggal sejarah inipun meceritakan kisah Cinta yang ssungguhnya. kisah cinta yang jauh berbobot dari kisah cinta picisan ataupun sinetron yang dibumbui dengan bumbu khayalan dan "racun" kemerosotan moral. Ibrahim membuktikan perintah Tuhannya untuk meninggalkan Hajar dan Ismail yang sangat dicintainya demi Tuhannya yang lebih dia Cintai lebih dari apapun. Sebuah pembuktian dan pengorbanan Cinta yang akan berakhir indah, sebuah cinta yang hakiki yang tidak terhalang oleh tirai unsur fana yang membelokan mata.
Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hambaNya yang senantiasa taat kepadaNya serta hidup dan mati didalam RidhaNya. (aamiin)
Bersungguh-sungguh lah dengan ketidakmampuan mu,
Kelak Allah akan membantumu dengan KekuatanNya
Bersungguh-sungguh lah dengan kekurangamu,
Kelak Allah akan membantumu dengan ke SempurnaanNya.
Komentar
Posting Komentar