Rimba??? emang Salah?
Masih teringat saat penyabutan mahasiswa baru di FISIP, salah satu pembicara diacara PSAF memberikan sambutan kepada para pejuang Jingga muda. Dengan santainya beliau berkata,
"welcome to the jungle" wow..... Sungguh sambutan yang luar biasa bukan????
Selayaknya MaBa masih polos dan tidak mengerti apa-apa, terkejut sih dengan istilah 'jungle' yang di sampaikan oleh senior.
Ternyata, menghabiskan satu semester lebih di FISIP mengerti juga apa yang disebut dengan 'jungle'. Ya memang ini 'Rimba', suasana dan aroma yang dibangun berbeda dengan SMA. Kejutan Budaya memang terasa, melihat wanita yang merokok (dan dianggap biasa), kuliah dengan baju yang seadanya/kurang bahan, tawa dan ricuh orang di takor terdengar, tetapi suara adzan tak dapat terdengan lantang. Pojok-pojok ruangan penuh dengan orang nongkrong, tetapi mushola kosong melompong........ ckckckckckckckck
Saat bertemu dengan teman-teman di Fakultas lain, ada beberapa yang memilki iklim yang sama, adapula yang memiliki iklim yang terbalik 160 derajat. Huh.......
Rimba, ya memang seperti Rimba. Siapa yang kuat dia yang menang. Lalu, kenapa harus menjadi masalah saat berda di Rimba, bukankah hukum yang diakui yang kuat yang akan menang!!!
Lalu kenapa???
bukankah kita adalah kelompok yang Kuat, karena kita bersama dengan Allah yang Maha Kuat!!!
Bukankah misi yang kita bawa, memang meminta kita sebagai pejuang yang Kuat???
Lalu mengapa ragu?
Ataukah malu karena merasa berbeda??
Bukankah karena perbedaan itu yang membuat kita mulia???
Atau takut tersingkirkan karena merasa penduduk Rimba tidak sejalan dengan kita???
Bukankah ini menjadi ladang amal yang Allah berikan kepada kita untuk kita garap??
Bukankah Dipuncak Rimba ini kita dapat melihat seluruh hamparan bumi??
Lalu Kenapa????
.....................................................................................................................................
Ayo bangkit, Semangat menuai kebermanafaatan di makara Jingga. Jika salah satu senior selalu bertanya
"Berapa harga masuk FISIP??"
Maka kitapun dengan bangga akan berkata
"Berapa mahal menjadi muslimah di FISIP????"
Ya.. Muslimah. ^_^
Semoga kita dapat merubah iklim 'Jingga' menjadi sejuk, selayaknya Fakultas 03.
hehehehe.
"welcome to the jungle" wow..... Sungguh sambutan yang luar biasa bukan????
Selayaknya MaBa masih polos dan tidak mengerti apa-apa, terkejut sih dengan istilah 'jungle' yang di sampaikan oleh senior.
Ternyata, menghabiskan satu semester lebih di FISIP mengerti juga apa yang disebut dengan 'jungle'. Ya memang ini 'Rimba', suasana dan aroma yang dibangun berbeda dengan SMA. Kejutan Budaya memang terasa, melihat wanita yang merokok (dan dianggap biasa), kuliah dengan baju yang seadanya/kurang bahan, tawa dan ricuh orang di takor terdengar, tetapi suara adzan tak dapat terdengan lantang. Pojok-pojok ruangan penuh dengan orang nongkrong, tetapi mushola kosong melompong........ ckckckckckckckck
Saat bertemu dengan teman-teman di Fakultas lain, ada beberapa yang memilki iklim yang sama, adapula yang memiliki iklim yang terbalik 160 derajat. Huh.......
Rimba, ya memang seperti Rimba. Siapa yang kuat dia yang menang. Lalu, kenapa harus menjadi masalah saat berda di Rimba, bukankah hukum yang diakui yang kuat yang akan menang!!!
Lalu kenapa???
bukankah kita adalah kelompok yang Kuat, karena kita bersama dengan Allah yang Maha Kuat!!!
Bukankah misi yang kita bawa, memang meminta kita sebagai pejuang yang Kuat???
Lalu mengapa ragu?
Ataukah malu karena merasa berbeda??
Bukankah karena perbedaan itu yang membuat kita mulia???
Atau takut tersingkirkan karena merasa penduduk Rimba tidak sejalan dengan kita???
Bukankah ini menjadi ladang amal yang Allah berikan kepada kita untuk kita garap??
Bukankah Dipuncak Rimba ini kita dapat melihat seluruh hamparan bumi??
Lalu Kenapa????
.....................................................................................................................................
Ayo bangkit, Semangat menuai kebermanafaatan di makara Jingga. Jika salah satu senior selalu bertanya
"Berapa harga masuk FISIP??"
Maka kitapun dengan bangga akan berkata
"Berapa mahal menjadi muslimah di FISIP????"
Ya.. Muslimah. ^_^
Semoga kita dapat merubah iklim 'Jingga' menjadi sejuk, selayaknya Fakultas 03.
hehehehe.

Komentar
Posting Komentar