Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Apa Yang berbeda dengan Ramadhan kali Ini?

"Apa yang beda dengan ramadhan kali ini?" Begitulah sore tadi berlalu, seorang 'teteh' yang luar biasa dan terkenal dengan keramahannya memulai pembicaraan. Sebenarnya sore itu saya sangat merasa lelah, tapi pertanyaan yang si'teteh' lontarkan membuat lelah saya tertimbun begitu saja. pertanyaan yang diberikan oleh si'teteh membuat saya merasakan kembali kesalahan yang hampir saja saya lupakan. Ramadhan kali ini, saya merasa sangat bersalah. sangat bersalah tidak bisa mewujudkan harapan mereka. Harapan untuk melingkar bersama pada saat adzan magrib. Harapan, pergi bertiga menyelusuri gelapnya jalan menuju mushola. Rasanya, berat sekali pada saat harus bilang 'mah, aku mau balik lagi ke Depok.' rasanya kata-kata yang jahat banget. Ya bagimana tidak, diwaktu libur seperti ini seharusnya benar-benar bisa menghapus kesepian mereka dtambah lagi ini bulan ramdhan. Kadang sempet terbayang, saat disini saya berbuka dengan riuh orang-orang. disana, m...

Berubahnyok....

Malam dan Siang adalah kodrat Allah yang ditampakkan kepada manusia. Simbol dari kekuatan Allah serta menyadarkan manusia akan hakikat kehidupan. Didunia yang penuh dengan fatamorgana keindahan, menyadarkan kita bahwa didunia ini tidak ada yang akan abadi. Berbicara mengenai malam dan siang, saya menjadi mengingat kisah Nabi Ibrahim yang mencari Siapa Tuhannya. Saat Nabi Ibrahim melihat matahari, lalu nabi Ibrahim menganggap bahwa itu Tuhan. Tetapi jelang beberapa jam, matahari tenggelam di peraduannya. Kemudia nabi Ibrahim berkata “saya tidak suka dengan yang tenggelam”. Kemudian Ibrahim melihat bulan, bintang. Dan menganggap benda-benda tersebut sebagai Tuhan. Tapi..lagi-lagi, benda-benda itu tidak abadi alias menghilang dari pandangan. Semuanya menghilang, semuanya berganti...... sampai akhirnya Ibrahim sadar bahwa ada sesuatu yang mencitakan matahari, bulan, bintang, dan semua yang ia Liat. Dan Pencita itu, pasti luar biasa... dan dia adalah Allah. Tuhan seluruh alam. Seandainya sa...

Indahnya Ketika Kita Ikhlas

Bahagia.... Ya memang setiap orang akan berbeda mendefiniskan hal ini. Tapi, setiap orang pasti akan setuju bahwa membuat orang lain bahagia karena kita, akan menumbuhkan rasa bahagia. Pantas saja Islam mengajarkan umatnya untuk saling berbagi dan saling tolong menolong. Ternyata semuanya memang Indah.... Dimulai dari sebuah sms, dari salah seorang teman di adkesma bem. yang intinya dia bilang, betapa senang dia saat mahasiswa baru yang dia perjuangkan lolos mendapatkan beasiswa bidik misi. Entah mengapa, rasanya saya terdorong untuk turut berbahagia. Saya teringat, ternyata menjadi bahagia itu mudah. mejadi bahgia itu, sangat-sangat mudah. Bahagia, adalah bagaiman kita memaknai sesuatu menjadi bahgia. Ternyata mudah, tidak usah berbelit-belit.